Dosa Meninggalkan Solat Fardhu

Kecintaan terhadap dunia mungkin menyebabkan kita lalai mengerjakan solat. Gambar: Mike Ricci

1. Solat Subuh : satu kali meninggalkan akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama dengan 60.000 tahun di dunia.
2. Solat Zuhur : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan membunuh 1.000 orang umat islam.
3. Solat Ashar : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan menutup/meruntuhkan ka’bah.
4. Solat Magrib : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan berzina dengan orangtua.
5. Solat Isya : satu kali meninggalkan tidak akan di redhai Allah SWT tinggal di bumi atau di bawah langit serta makan dan minum dari nikmatnya.

6 Siksa di Dunia Orang yang Meninggalkan Solat Fardhu :

1. Allah SWT mengurangi keberkatan umurnya.
2. Allah SWT akan mempersulit rezekinya.
3. Allah SWT akan menghilangkan tanda/cahaya soleh dari raut wajahnya.
4. Orang yang meninggalkan solat tidak mempunyai tempat di dalam islam.
5. Amal kebaikan yang pernah dilakukannya tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT.
6. Allah tidak akan mengabulkan doanya.

3 Siksa Orang yang Meninggalkan Solat Fardhu Ketika Menghadapi Sakratul Maut :

1. Orang yang meninggalkan solat akan menghadapi sakratul maut dalam keadaan hina.
2. Meninggal dalam keadaan yang sangat lapar.
3. Meninggal dalam keadaan yang sangat haus.

3 Siksa Orang yang Meninggalkan Solat Fardhu di Dalam Kubur :

1. Allah SWT akan menyempitkan kuburannya sesempit sempitnya.
2. Orang yang meninggalkan solat kuburannya akan sangat gelap.
3. Disiksa sampai hari kiamat tiba.

3 Siksa Orang yang Meninggalkan Solat Fardhu Ketika Bertemu Allah :

1. Orang yang meninggalkan solat di hari kiamat akan dibelenggu oleh malaikat.
2. Allah SWT tidak akan memandangnya dengan kasih sayang.
3. Allah SWT tidak akan mengampunkan dosa dosanya dan akan di azab sangat pedih di neraka.

Mengenai balasan bagi orang yang meninggalkan Solat Fardu: “Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Solat fardhu”. (Hadits Riwayat Tabrani, sanad shahih)

Sumber : Dari Buku Himpunan Fadhilah Amal – Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandhalawi hal 107

About these ads

5 Komen (+add yours?)

  1. Nur Cahaya
    Okt 12, 2012 @ 20:52:55

    Alhamdulillah , ilmu yg brmanfaat :)

    Balas

  2. Jefry
    Dis 28, 2012 @ 17:39:16

    Semoga kita menjadi orang2 yang bisa terus menjalankan shalat dan ibadah dengan baik dan jangan sampai karena dunia kita lupa pada kewajiban yang sesungguhnya

    Balas

  3. Trackback: Dosa Meninggalkan Solat Fardu - Perkongsian Informasi Dan Ilmu Perniagaan Internet | Perkongsian Informasi Dan Ilmu Perniagaan Internet
  4. Mahmud AR
    Ogo 15, 2013 @ 08:21:45

    I S L A M – I = Isyak S = Subuh L = Luhur (Zuhur) A = Asar M = Maghrib. Itulah kewajipan utama ummat Muhammad terhadap Allah iaitu dirikanlah SOLAT kerana amalan pertama yang ditanya ketika diHISAB ialah SOLAT, jika sempurna SOLATNYA maka sempurnalah yang lain (Syurga balasannya) tetapi apabila sebaliknya maka neraka jahannamlah tempatnya.

    Balas

  5. Serami
    Sep 05, 2014 @ 23:17:18

    TERUS MENERUSLAH BERUSAHA PASTI ALLOH AKAN MENOLONGMU

    Tanya:
    Assalamualaikum.. .
    Kenapakah hari seterusnya selepas saya berusaha untuk bertaubat, nafsu yang menyebabkan dosa itu kembali lagi?. Bagaimanakah caranya untuk meninggalkan nafsu-nafsu yang tersirat dalam hati?.
    Setiap kali saya melakukan sesuatu dosa saya ingat bahawa itu perbuatan yang salah, tetapi kenapakah saya masih meneruskannya juga?.
    Adakah syaitan yang menguasai diri saya atau diri saya sendiri?

    Jawab:

    وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

    Diantara cara-cara untuk meninggalkan nafsu-nafsu yang tersirat di dalam dada adalah:

    Pertama:
    Kembali kepada Yang Maha Membolak-balikan hati yaitu Alloh Ta’ala, berdoa kepada-Nya, merendahkan diri kepada-Nya dan memperbanyak dzikir kepada-Nya, karena tidak ada jalan untuk membendung munculnya nafsu-nafsu melainkan hanya dengan memohon kasih sayang dari Yang Maha Membolak balikan hati, dengan pertolongan dan kasih sayang-Nya seseorang dapat menahan nafsu-nafsunya:

    إن النفس لأمارة بالسوء، إلا ما رحم ربي، إنّ ربي غفور رحيم

    “Sesungguhnya nafsu (jiwa) itu selalu memerintahkan kepada kejelekan, kecuali yang dirohmati Robbku, sesungguhnya Robbku adalah Al-Ghofur (Maha Pengampun) lagi Ar-Rohim (Maha Penyayang)”.

    Kedua:
    Terus melakukan pendekatan kepada Alloh dengan melakukan segala macam ketaatan kepada-Nya, dengan terus bersungguh-sungguh, Alloh Ta’ala berkata:

    والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا، وإن الله لمع المحسنين

    “Dan orang-orang yang mereka berjihad di (jalan) Kami maka sungguh Kami akan benar-benar menunjuki mereka ke jalan Kami, dan sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang berbuat kebaikan”.

    Ibnul Qoyyim Rohimahulloh menganggap bahwa melawan hawa nafsu termasuk jihad di jalan Alloh.

    Ketiga:
    Berlindung kepada Alloh Ta’ala dari godaan syaithon yang terla’nat, karena syaithon adalah sumber dari sumber kejelekan dan asal dari asal kejahatan, oleh karena itu kita diperintah untuk berlindung darinya dan dari bisikan-bisikannya, sebagaimana yang termaktub di dalam surat An-Nas.

    Dijawab oleh:
    Abu Ahmad Muhammad Al-Limboriy ‘Afallohu ‘anhu (11 Dzulqo’dah 1435).

    Balas

Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,972 other followers

%d bloggers like this: